• Jln. Pasir Kandang No 4, Koto Tangah Kota Padang

  • Telp.0823-8618-0930

  • Email fai.umsb@gmail.com

Dekan Fakultas Agama Islam Mengisi Shubuh Mubarak di Masjid Raya SUMBAR

FAI UM SUMBAR - Dekan Fakultas Agama Islam, Firdaus, M.H.I pada hari Ahad, 6 Juni 2021 berkesempatan mengisi Shubuh Mubarak dengan tema “Waktu Shalat (Pendekatan Sunnah dan Ilmu Falak) di Masjid Raya Sumatera Barat.

Kegiatan ini juga merupakan wujud dari tridharma perguruan tinggi yakni pengabdian kepada masyarakat oleh oleh civitas akademika di lingkungan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat. Kegiatan dimulai dengan Sholat Shubuh Berjamaah  yang  dipimpin oleh Imam Masjid Raya Sumatera Barat. Kemudian dilanjutkan dengan kajian Shubuh oleh Bapak Firdaus, M.H.I selaku  Dosen Ilmu Falak sekaligus Dekan Fakultas Agama Islam UM Sumbar.

Dalam kajiannya, Bapak Firdaus, M.H.I menyampaikan mengenai perhitungan waktu shalat berdasarkan pendekatan Sunnah dan ilmu falak. Allah sudah menetapkan waktu-waktu shalat dan manusia bisa menghitung waktu shalat melalui pergerakan bumi terhadap matahari. Dalam kajian ini, Bapak Firdaus, M.H.I juga menyoroti waktu shubuh di Indonesia yang mengalami perubahan. Dalam penelitian ilmiah terbaru oleh para pakar ilmu falak dan juga berdasarkan Tanfidz Muhammadiyah disepakati bahwa untuk menentukan waktu shubuh adalah dengan melihat posisi matahari yang berada di minus 18 derajat di ufuk timur yang sebelumnya di 20 derajat. Hal ini disebabkan pada minus 20 derajat fajar belum muncul, sehingga waktu shubuh belum masuk.

Dengan perubahan dua derajat ini, maka waktu shubuh di Indonesia juga dimundurkan menjadi 8 menit. Hal ini sesuai dengan hadis nabi yang menyatakan bahwa “Dan waktu shalat shubuh dari terbitnya fajar (shadiq) sampai sebelum terbitnya matahari". (HR. Muslim). Selain itu, Bapak Firdaus, M.H.I juga meluruskan kekeliruan yang sering terjadi di masyarakat mengenai waktu syuruq. Waktu syuruq adalah waktu berakhirnya waktu shubuh dan dilarang shalat pada waktu tersebut. Jadi, syuruq yang biasa kita temui di kalender bukan menandakan waktu untuk shalat tapi justru memberi tahu kita bahwa terlarang melakukan shalat pada jam tersebut.

Jamaah Masjid Raya Sumatera Barat sangat antusias mendengar kajian tersebut dan kajian yang disampaikan menambah informasi baru bagi mereka. Kajian selesai pada pukul setengah 7 pagi dan ditutup dengan penyerahan buku tanfidz Muhammadiyah kepada pengurus Masjid Raya Sumatera Barat. Semoga dengan semakin banyaknya civitas akademika UM Sumatera Barat yang berkiprah di masyarakat, maka nama UM Sumatera Barat akan semakin harum dan memberikan kontribusi yang nyata pada masyarakat.