Dosen Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) sukses meyelenggarakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan tema “ Keterampilan Menyelenggarakan Jenazah”, Sabtu, 9/11/2019 di Masjid Nurul Fallah, kuala Nyiur Koto Tangah, kota Padang.
Acara tersebut dihadiri oleh Bapak Wakil Wali Kota Padang Hendri Septa, Dekan FAI UMSB Bapak H. Firdaus, M.HI, Dosen-dosen FAI UMSB, serta mahasiswa Fakultas Agama Islam.
Dalam sambutannya Bapak Hendri Septa menyampaikan, semoga kita semua yang hadir disini, khususnya bagi Dosen-dosen dan mahasiswa/i UMSB bisa memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat dalam bentuk pengabdian dan menyalurkan Ilmu yang dimiliki dan sudah didapatkan dibangku kuliah.
Sambung Hendri Septa, "kita tidak bisa lepas dari masyarakat karena kita ini terlahir ditengah-tengah masyarakat, dan kita juga hidup bermasyarakat".
Kegiatan PkM tersebut meliputi, Keterampilan Meyelenggaraan jenazah bagi guru-guru, masyarakat Kuala Nyiur II Koto Tangah Kota Padang dan sekaligus Mahasiswa UMSB.
Menurut Bapak Firdaus, M.HI selaku pemateri dalam kegiatan tersebut bahwa dalam Syariat Islam mengajarkan bahwa setiap manusia pasti akan mengalami kematian yang tidak pernah diketahui kapan waktunya. Sebagai makhluk sebaik-baik ciptaan Allah SWT dan ditempatkan pada derajat yang tinggi, maka Islam sangat menghormati orang muslim yang telah meninggal dunia. Oleh sebab itu, menjelang menghadapi keharibaan Allah SWT orang yang telah meninggal dunia mendapatkan perhatian khusus dari muslim lainnya yang masih hidup.
Dalam ketentuan hukum Islam jika seorang muslim meninggal dunia maka hukumnya fardhu kifayah atas orang-orang muslim yang masih hidup untuk menyelenggarakan 4 perkara, yaitu memandikan, mengkafani, menshalatkan dan menguburkan orang yang telah meninggal tersebut.
Adapun hikmah yang dapat diambil dari tata cara pengurusan jenazah, antara lain:
1. Memperoleh pahala yang besar, 2. Memunjukkan rasa solidaritas yang tinggi diantara sesama manusia.
3. Membantu meringankan beban keluarga jenazah.
4. Sebagai ungkapan belasungkawa atas musibah yang dideritanya.
5. Mengingatkan dan menyadarkan manusia bahwa setiap manusia akan mati dan masing-masing supaya mempersiapkan bekal untuk hidup setelah mati.
“Sebagai bukti bahwa manusia adalah makhluk yang paling mulia, sehingga apabila salah seorang manusia meninggal dihormati dan diurus dengan sebaik-baiknya menurut aturan Allah SWT dan RasulNya”. Ujarnya.
Sumber berita : umsb.ac.id